Senin, 01 Mei 2017

MELANGKAH MENUJU GEMMA

Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Pada makalah ini akan dibahas sebuah komunitas yang bernama GEMMA INSANI. Sebelum dinamakan GEMMA INSANI, komunitas tersebut bernama G3MBOK.
 



1.      LATAR BELAKANG
2010-2012 : G3MBOK
G3MBOK (Gerakan Edukasi, Empati, Entrepreneur Mahasiswa Bogor-Depok) merupakan Awal mula terbentuknya GEMMA INSANI (GI). Berawal dari 10 orang mahasiswa yang memiliki pemikiran, latarbelakang yang berbeda, namun memiliki cita-cita yang sama. Yakni, membuat sebuah gerakan perubahan untuk berpartisipasi menciptakan Masyarakat Indonesia yang lebih baik.
Mei 2013 : GEMMA
Diawali dengan rasa gelisah dengan nama G3MBOK yang sudah tidak lagi relevan dengan anggota yang berada didalamnya. Karena dinilai terlalu idealis dengan memakai nama kota tertentu (Bogor-Depok), sedangkan jumlah anggota yang semakin bertambah diluar dari domisili kota itu, maka pada bulan Mei 2013 G3MBOK dengan resmi mengganti nama mereka dengan GEMMA INDONESIA COMMUNITY.


Agustus 2014 : Diresmikan YAYASAN GEMMA INSANI INDONESIA
Tepatnya pada tanggal 13 Agustus 2014 komunitas ini sepakat membentuk sebuah Yasayan yang diberi nama Yayasan Gemma Insani Indonesia.
Menurut narasumber berawal dari kegiatan sosial hingga berdiri suatu komunitas. Namun karena memiliki pemikiran untuk membuat perubahan yang baru untuk lingkungan sekitar, dan komunitas ini ingin memiliki suatu landasan hukum. Sampai pada akhirnya mereka mendirikan suatu Yayasan. Para relawan yang bekerja sama bukan hanya dari sekitar Bogor dan Depok maka dari itu mengalami perubahan nama dari G3MBOK ke GEMMA . karena G3MBOK itu Gerakan Mahasiswa Bogor Depok. Filofosi dari G3 “Edukasi, Enterpreneur, Empati”.
Edukasi           : Setiap manusia harus memiliki kekuatan spiritual keagamaan, emosional, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi warga negara yang baik
Enterpreneur : Dengan Pendidikan yang baik serta kemampuan untuk dapat merasakan penderitaan orang lain maka harmonisasi dalam Kehidupan Bermasyarakat akan tercipta, sehingga kesenjangan sosial antar lapisan masyarakat pun dapat kita minimalisir.
Empati             : Program kewirausahaan serta pemberdayaan masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup setiap orang. Dengan mengadakan program pelatihan dan pendidikan dibidang Kewirausahaan diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan di Indonesia.
VISI
Menjadi  Lembaga  sosial yang  bermanfaat  besar bagi kemanusiaan (Khoirunnaas Anfa’uhum Linnaas)


MISI
1.                  Menghidupakan kegiatan pembinaan mental spiritual civitas yayasan dan masyarakat.
2.                  Menyelenggarakan pendidikan formal, non formal dan informal.
3.                  Mengelola lahan produktif dalam rangka program ketahanan pangan dan ikut serta  dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
4.                  Mendirikan dan mengelola sarana kesehatan masyarakat.
5.                  Melestarikan budaya bangsa sebagai bentuk proteksi terhadap serbuan dan pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.

MOTO
“Membangun Mayoritas Generasi Berkualitas”

2.      BENTUK KEGIATAN

1.    Rumah Belajar Indonesia Kreatif
Berawal dari GEMMA kegiatan yang dilakukan bernama Gemma Sosial School. Dan penamaan paling menarik setelah pemilihan yang tepat adalah RUBIK dimana memiliki arti RUMAH BELAJAR INDONESIA KREATIF. Di RUBIK ini memang rumah belajar bagi siapapun, baik itu relawan maupun anak didik dalam kegiatan ini sama-sama belajar. Dan dikhususkan untuk anak-anak yatim dan kurang mampu. Rumah Belajar Indonesia Kreatif (RUBIK) adalah komunitas pengajar berjejaring yang peduli terhadap permasalahan pendidikan anak-anak Yatim dan Dhuafa yang dibentuk pada tanggal 1 Januari 2016 dan dikelola oleh anak muda kreatif. RUBIK merupakan Komunitas dibawah naungan Yayasan GEMMA INSANI INDONESIA. 
Seperti yang kita ketahui, banyak sekali yayasan, LSM dan lembaga-lembaga lain yang fokus terhadap permasalahan anak-anak Yatim dan Dhuafa. Sayangnya, keberadaan mereka ‘kurang terawat’, kadang bahkan hanya menjadi penerima bantuan donasi dari pihak-pihak terkait. Ini menimbulkan efek simultan, dan menjadikan anak-anak tersebut hanya sebagai Objek. Di sinilah peran RUBIK menjembatani dan memberikan angin segar untuk para anak-anak yang merasa hanya menjadi “tanggungan” yayasan tersebut. Dengan memanusiakan mereka kembali, harkat dan martabat anak-anak Yatim dan Dhuafa.
Fokus garapan dari RUBIK adalah anak-anak Yatim dan Dhuafa disetiap titik RUBIK yang ada. Dan edukasi kepada anak-anak dan ibunya. Karena, anak dan ibu adalah suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
Tujuan dibentuknya komunitas ini sebagai wujud nyata dari Visi Yayasan yaitu “Membangun Mayoritas Generasi Berkualitas”. Jadi setiap anak-anak didik RUBIK lebih difokuskan kepada Kualitas diri anak-anak didiknya. Sehingga yang kita bangun adalah kualitas per individu mereka, karena manusia itu unik dan memiliki Karakter Diri yang berbeda-beda. Dengan bantuan metode Analisa Sidik Jari yang kita terapkan kepada anak-anak didik RUBIK, Volunteer yang ada dapat mengoptimalkan segala potensi yang ada pada mereka. Meskipun butuh effort atau usaha lebih untuk mengasah atau menstimulus potensi kecerdasan mereka, tapi kami meyakini dengan konsistensi pembinaan dan kegiatan-kegiatan yang ada, fokus pengajaran akan jelas pengukurannya dan lebih menitikberatkan pada pengembangan karakter baik dari anak-anak itu sendiri, maupun anggota komunitas ini. Karena mendidik itu bukan mendadak! #WeCareWeShare #ThinkOutSideTheBox.
Selain itu, RUBIK dapat menjadi laboratorium pengabdian masyarakat anak-anak muda yang sadar dan peduli, serta mau beraksi untuk perubahan kecil yang mungkin akan berdampak besar. Tidak ada yang bisa memastikan keberlangsungan masa depan selain ALLAH, namun manusia berhak mengupayakan semaksimal mungkin agar tercapai masa depan yang lebih baik.

2.    Wakaf Pendidikan
#GEMMA Istana Yatim & Dhuafa merupakan program Wakaf Pendidikan dimana nanti didalamnya ada Rumah Tahfiz serta Rumah Belajar (Bahasa Inggris dan Ilmu Komputer). Harapan Kami Ilmu yang bermanfaat ini akan mengalir bagi anak-anak bangsa dari keluarga tidak mampu. Wakaf Pendidikan ini akan diwujudkan dalam berbagai sarana pendidikan melalui pembangunan Istana Yatim Dhuafa ini, serta prasarana lainnya di lokasi-lokasi Sekolah Sosial RUBIK kami yang juga membutuhkan.

3.    Gemma Ramadhan
Saat bulan Ramadhan diadakan kegiatan sosial lainnya

4.    Gemma Berkurban
Komunitas ini mengajak kepada Donatur untuk berQurban melalui program #GEMMABerQurban yang merupakan sebuah ajakan kemuliaan untuk mengejawantahkan nilai pengorbanan agar terwujudlah ketenangan.

5.    Gemma Taaruf
#GEMMATaaruf sebuah Gerakan atau Program dari Yayasan GEMMA INSANI INDONESIA untuk mensyi’arkan Taaruf (dalam konteks menikah, maka ta’aruf adalah proses saling mengenal antara laki-laki dan wanita) sebelum pernikahan, dengan tujuan membantu serta menolong siapapun yang belum menemukan pasangan hidupnya untuk dipertemukan secara islam dengan pasangannya menggunakan metode ta’aruf serta membangun kehidupan masyarakat madaniyah, taat kepada aturan islam dan segala aturan yang berlaku di Negara Indonesia sehingga melahirkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah. 
6.    Gemma Pelatihan & Seminar Pendidikan
GEMMA Insani Indonesia Foundation mengadakan program #GEMMAPelatihan&SeminarPendidikan yakni, Seminar, Training, dan Workshop seputar Parenting, Pendidikan Karakter, Neuroscience, FingerPrint Analysis, Kewirausahaan, diantaranya :
a.         Brain-based Parenting (Pengasuhan Ramah Otak) untuk menyiapkan orangtua agar dapat mengasuh anak dengan cinta, serta menyiapkan anak untuk dapat mengoptimalkan perkembangan otaknya.
b.         Feeling Education (Kecerdasan Emosi) yaitu menyiapkan para siswa untuk belajar mengendalikan emosinya.
c.          Violence Prevention, melalui program Stop Kekerasan Pada Anak, Stop Video Game Kekerasan.
d.         “Dahsyatnya Analisa Sidik Jari!”, Mengungkap Rahasia Potensi Genetik, Karakter Dasar dan Gaya Belajar Anak melalui Pola Sidik Jarinya.
e.         “Neuro Linguistic Parenting”, Rahasia mempengaruhi anak dengan Bahasa Cinta Anak, Dalam Upaya Membangun Generasi Sehat dan Berkepribadian Unggul.

3.      PERUBAHAN YANG TELAH DILAKUKAN
Banyak sekali perubahan yang telah dilakukan oleh komunitas ini diantaranya adalah :
a.    Anak-anak yang kurang beruntung dapat merasakan kegiatan belajar selain di sekolah
b.    Kaum Dhuafa mendapat bantuan saat bakti sosial
c.    Mempererat tali persaudaran diantara lingkungan masyarakat
d.   Semakin tingginya rasa peduli dan jiwa sosial para relawan dan masyarakat yang membantu
Perubahan yang telah dilakukan oleh Komunitas ini dimana bisa dilihat dari ketertarikan anak-anak itu sendiri. Dan juga untuk lingkungan sekitar tentu memberikan dampak yang positif karena komunitas ini banyak melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang memberi manfaat lebih kepada masyarakat serta relawan. Kegiatan ini mengajarkan kita bagaimana cara berbagai sesama umat manusia, karena bagaimanapun kita tidak hidup sendiri. Menanamkan rasa peduli tentu akan memberi dampak yang luar biasa untuk orang lain dan diri kita. Dalam kegiatan bakti sosial juga tentu akan membantu perekonomian bagi yang tidak mampu.

4.      HARAPAN
Lebih baik lagi jika banyak mahasiswa dan masyarakat yang turut serta membantu memajukan komunitas GEMMA. Dengan ketulusan hati dan memiliki keinginan untuk memajukan perkembangan anak-anak disekitar kita yang membutuhkan bantuan. Bukan hanya bantuan materi saja tetapi bantuan dalam bentuk apapun tentu diterima oleh komunitas ini.Tingkatkan rasa peduli antar sesama umat beragama.



 LAMPIRAN
Saat melakukan wawancara pada tanggal 16 April 2017 bertempat di Sanggar Tari Ibu Hj, Aisyah, Kampung Lio RT 01 RW 12 Desa Kedung Waringin, Bojong Gede – Bogor







Rabu, 19 April 2017

PEMBUNUHAN SADIS ENO FARIHA

ILMU SOSIAL DASAR
Disusun oleh:
Faza dhifan pratama (32416734)
1ID07
20 April 2017 (11.05 WIB)
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI


UNIVERSITAS GUNADARMA

“PEMBUNUHAN SADIS ENO FARIHA”

Pada saat ini tindakan kriminalitas semakin marak terjadi di Indonesia. Tindakan kriminalitas itu terjadi di sebabkan oleh banyak faktor mulai dari kesenjangan sosial, banyaknya pengangguran, dendam antara sesama manusia, dan dari hawa nafsu yang tidak dapat ditahan oleh manusia tersebut. Kasus kriminalitas yang sering terjadi di Indonesia seperti pembunuhan, perampokan, pemerkosaan dan lain sebagainya. Tindakan kriminalitas yang ingin di bahas saat ini adalah kasus pembunuhan Eno karyawati di pabrik plastik.

Eno Fariha (18), karyawati pabrik pelastik PT PGM dibunuh secara sadis oleh 3 tersangka yang salah satunya masih di bawah umur. Selain dibunuh dengan cara sadis, korban mendapatkan kekerasan seksual.

Tiga tersangka yakni RAL (15), siswa SMP Kelas 2 di Tangerang, Rahmat Arifin alias Arif (23), buruh pabrik PT PGM dan Imam Harpiadi (23). Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan, ketiga tersangka tidak mengenal satu sama lain."Tetapi mereka memiliki ketertarikan yang sama dengan korban," ujar Krishna kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/5/2016).Lalu bagaimana ketiganya bisa melakukan pembunuhan keji itu secara bersama-sama? Berikut kronologi lengkapnya seperti disampaikan Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso

Kamis, 12 Mei 2016 Sekitar pukul 23.30 WIB Tersangka RAL janjian dengan korban untuk bertemu dengan korban di kamar mess korban di Jatimulya, Dadap, Kosambi, Tangerang. Korban baru mengenal tersangka selama satu bulan dan intens saling SMS-an. Korban membukakan sedikit pintu pagar masuk ke dalam mess. Setelah korban memberi kode untuk masuk, tersangka RAL kemudian masuk ke kamar korban.
Malam itu hujan mengguyur kawasan Dadap. Korban dan tersangka RAL kemudian berbincang-bincang selama sekitar 30 menit. Selanjutnya tersangka RAL dan korban saling berciuman. Saat itu tersangka ingin menyetubuhi korban, namun ajakan tersebut ditolak oleh korban karena korban takut hamil.

Karena kesal ajakan bersetubuh ditolak oleh korban, kemudian tersangka keluar dari kamar korban. Saat tersangka berada di luar kamar korban, tersangka bertemu dengan tersangka Arif. Arif kemudian bertanya kepada RAL terkait keberadaan tersangka di depan mess korban dengan ucapan "Ngapain lu disini?" Lalu dijawab RAL "Lagi sama Indah (nama lain korban yang dikenal oleh tersangka RAL)."
Arif terus memberondong RAL dengan sejumlah pertanyaan "Indah siapa?". Di tengah perbincangan itu, datang tersangka Imam yang juga 'menginterogasi RAL'.

Jumat 13 Mei 2016 Pukul 00.15 WIB Arif dan Imam kemudian mengajak RAL masuk ke mess korban untuk memastikan, siapa 'Indah' yang dimaksud RAL. Sebab Arif dan Imam tidak kenal dengan orang di mess yang bernama Indah. Selanjutnya tersangka RAL mengikuti tersangka Arif dan Imam, dari belakang, menuju ke kamar korban. Setelah ketiganya berada di dalam kamar korban, ketiganya melihat korban dalam keadaan sedang tiduran dengan hanya mengenakan baju tank top.

Selanjutnya tersangka Imam langsung menbekap wajah korban dengan menggunakan bantal dan menyuruh tersangka RAL mencari pisau di dapur. Karena di dapur tidak ada pisau, selanjutnya tersangka RAL keluar kamar dengan maksud mencari benda lain selain pisau.

Di saat RAL mencari pisau, tersangka Arif memperkosa korban. Sementara tersangka Imam terus membekap wajah korban dan memegangi tangan korban. Setelah tersangka Arif selesai memperkosa korban, tersangka RAL kembali dengan membawa cangkul. Tersangka RAL sempat memberikan cangkul kepada Arif, namun Arif menyuruh RAL untuk memukulkannya ke korban. Selanjutnya RAL disuruh oleh tersangka Imam untuk memukulkan cangkul ke wajah korban.

Korban kemudian dipukul di bagian wajah dan leher sehingga mengalami luka terbuka. Percikan darah korban menganai wajah korban. Setelah memukul korban, tersangka RAL sempat keluar karena geli melihat kondisi korban. Tak lama kemudian tersangka RAL kembali masuk untuk memastikan korban sudah meninggal atau belum.

Namun saat tersangka masuk, tersangka RAL melihat kepala korban sudah digulung menggunakan kain dan korban masih bernafas. Selanjutnya kedua tangan korban dinaikan ke atas kepala oleh Imam. Sedang RAL menggigit dada korban. Setelah korban tidak berdaya, kemudian Arif menyuruh tersangka RAL untuk memegangi kaki korban sebelah kanan dan membukanya. Setelah posisi korban mengangkang, selanjutnya Arif menancapkan gagang cangkul tersebut ke kemaluan korban hingga korban meninggal dunia.

Saat Arif masih memasukan gagang cakul ke kemaluan korban tersebut, selanjutnya tersangka RAL mengambil handphone milik korban dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan bekas darah korban yang menempel di tangan. Arif kemudian menyusul keluar dan mencuci tangan di kamar mandi yang sama. Imam kemudian keluar dari kamar dan menutup engsel kamar mess lainnya agar tidak ada yang mengetahui pembunuhan itu.

Tersangka Arif kemudian menuju ke kamar korban dan mengambil gembok lalu mengunci kamar korban dari luar. Kunci gembok kamar korban kemudian dimasukkan ke dalam kamar korban lewat ventilasi. Ketiga tersangka kemudian pulang ke tempat masing-masing.

Hingga akhirnya jenazah korban ditemukan rekan kerjanya. Polisi melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan para tersangka pada Sabtu 14 Mei.

Pada akhirnya  Imam Hapriadi dan Rahmat Arifin divonis mati atas pembunuhan sadis Eno Fariah. Tiga tersangka pembunuh Eno Fariah (18) memiliki peran masing-masing yang berbeda. Ketiganya juga punya motif pembunuhan yang berbeda pula. Polisi menilai vonis tersebut membuktikan bahwa penyidikan polisi terbukti. Lalu apa saja jeratan hukuman bagi ketiga tersangka ini?

Tersangka Rahmat Arifin alias Arif (23) yang sangat agresif dalam pembunuhan itu lantaran diduga kuat melakukan pembunuhan berencana dan perkosaan. Adapun Arif dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dan Pasal 339 KUHP dan atau Pasal 354 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dan Pasal 170 KUGP dan atau Pasal 285 KUHP.

Sementara tersangka Imam Harpiadi alias Imam (23) dijerat dengan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan atau Pasal 56 ke-1 KUHP jo Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dan Pasal 339 KUHP dan atau Paaal 353 KUHP subsider Pasar 351 ayat (3) KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan Pasal 285 KUHP.

Tersangka RAL dikenakan pasal yang sama, hanya bedanya tidak dikenakan Pasal 285 KUHP tentang perkosaan.

 Dari berita di atas kita dapat melihat betapa kejamnya kasus kriminalitas di Indonesia ini. Pembunuhan yang berawal akibat penolakan wanita yang diajak berhubungan intim dengan kekasihnya namun menolak pada akhirnya berujung petaka bagi sangkekasih. Duka yang terdalam juga sangat dirasakan oleh kelurga dari Eno bukan hanya duka namun juga dendam yan dirasakan oleh keluarga terhadap tersangka pembunuhan. Untuk itu pemerintah dan aparat penegak hukum harus tegas dalam menegakkan hukum di Inonesia ini. Pemerintah dan penegak hukum harus memberi hukuman yang setimpal dengan apa yang di buat oleh tersangka kasus tersebut.

Selain itu, kita sebagai manusia harus dapat melawan hawa nafsu yang ada di diri kita. Jika kita benar-benar menyayangi pasangan kita, kita seharusnya menjaga pasangan kita bukan malah mengajak pasangan kita ke hal yang tidak baik. Sebagai manusia kita juga harus memikirkan apa yang akan kita perbuat terhadap orang lain dan lebih mendekatkan diri kepada Allah agar kita terhindar dari hawa nafsu yang tidak baik.

DAFTAR PUSTAKA :







Kamis, 06 April 2017

PROBABILITAS

15
32
45
46
42
39
68
47
18
31
48
49
56
52
39
48
69
61
44
42
38
52
55
58
62
58
48
56
58
48
47
52
37
64
29
55
38
29
62
49
69
18
61
55
49

Banyak Kelas = 1 + 3,322 log n
                        = 1 + 3,322 log 45
                        = 6,492
                        = 7 kelas

Interval = rentang / kelas
              = (69 - 15) / 7
              = 54 / 7
              = 7,714
              = 8





faza dhifan pratama
1id07
32416734